Pavel Durov Sindir Facebook Saat Pengguna Aktif Telegram Tembus 200 Juta

0
759
telegram
Copyright ©iphonehacks

Sindiran Pavel Durov Untuk Facebook Saat Telegram Tembus 200 Juta Pengguna

OKETEKNO.com – Sampai saat ini, Aplikasi Chatting Telegram diklaim telah memiliki 200 juta pengguna Aktif, hal ini diketahui langsung dari pendiri Telegram yakni Pavel Durov melalui blog resmi perusahaan.

Pavel Durov mengatakan pencapaian tersebut dilakukan tanpa promosi, dimana semuanya dilakukan oleh pengguna Telegram. Pria yang sering terlihat dengan kaos hitam tersebut juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengguna Telegram.

Hal yang menarik dari pernyataan Duriv tersebut adalah yakni juga menyindir Facebook walaupun tidak secara langsung, sindiran tersebut soal kasus kebocoran data pengguna yang digunakan konsultan politik Donald Trump.

Baca Juga: Susahnya Pisah dari Facebook, Emang Bikin Nagih!

“Berbeda dengan aplikasi populer lainnya, kami tidak memiliki stakeholder maupun pengiklan. Kami juga tidak berkepentingan dengan para pemasar, para penggali data dan lembaga pemerintah. Sejak pertama kali diluncurkan kami tidak membagikan data sedikit pun pada pihak ketiga,” ungkap Pavel

Sampai sejauh ini, Telegram memang dikenal dengan aplikasi yang sangat ketat dalam Privasi data. Telegram sangat menjaga kerahasiaan pengguna sampai-sampai aplikasi ini menjadi favorit jaringan teroris sebagai alat komunikasi.

Semenjak berdiri, telegram selalu mengedepankan diri sebagai platform yang aman dari intipan luar. Selain itu, aplikasi ini juga menggunakan enkripsi end-to-end yang dapat mencegah pesan dicegat dan dibaca kecuali oleh pengirim dan penerima.

telegram-2
Copyright©softonic

Baca Juga: Waspada! Telegram Terancam Denaga Malware Penambang Mata Uang

Kemudian, telegram mempunyai fitur channel yang bersifat terbuka untuk public dan bebas diikuti pengguna, karena itulah Channel ini sering digunakan oleh teroris untuk menyebar propaganda.

Keunikan inilah yang diklaim membuat Telegram mampu mendapatkan 200 juta pengguna aktif tanpa harus melakukan iklan di media manapun.

Jika diamati, pengguna 200 juta aktif ini masih kalah jauh jika dibandingkand engan pengguna WhatsApp, dimana untuk saat ini, WhatsApp sudah lebih dari satu Miliar pengguna aktif.

Telegram sendiri merupakan salah satu aplikasi yang dibuat guna menunjukkan kritik pada pemerintahan Rusia. Dimana Telegram menjadi salah satu jalur komunikasi aman yang tak dapat ditembus oleh badan Intelijen Rusia.

 Baca Juga: Telegram Dibekali Fitur Siarkan Video, Seperti Apa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here