Ternyata Begini Cara Cambridge Analytica Manfaatkan Data Pengguna Facebook Untuk Menangkan Trump!

0
730
Copyright ©cndc

Cara Cambridge Analytica Manfaatkan Data Pengguna Facebook Untuk Menangkan Trump, Penasaran?

Oketekno.com – Ada sekitar 50 juta data pengguna Facebook berada di tangan firma analis data, Cambridge Analytica. Yang mengejutkan, data ini ternyata di manfaatkan untuk kampanye pemenangan Trum pada Pilpres Amerika Serikat 2016 silam. Lantas bagaimana data tersebut digunakan?

Belum lama ini media kenamaan Inggris, The Guardian berhasil mendapatkan bocoran dokumen cetak biru mengenai bagaimana data tersebut sampai bisa dimanfaatkan oleh tim kampanye Donald Trump.

Rupanya cetak biru tersebut didapatkan dari mantan pegawai Cambridge Analytica yang dikabarkan baru mengakhiri kontrak kerjanya dengan perusahaan analis data tersebut. Dalam pengakuannya ia mengatakan bahwa di dokumen itu tertulis secara jelas bagaimana semua data pengguna FB digunakan oleh mereka.

BACA JUGA: Huawei Honor 9 Lite, Smartphone Murah yang Resmi Hadir di Indonesia

Diketahui, dalam cetak biru itu tercantum setidaknya ada 27 halaman presentasi yang dibuat oleh perusahaan analis data itu. Usut punya usut, sejatinya presentasi itu dibuat untuk bahan yang akan ditujukan kepada klien potensial demi mendapat keuntungan sebanyak mungkin.

Copyright ©TheGuardian

“Ini adalah kumpulan kampanye digital berbasis data yang digunakan Trump,” ujar Brittany Kaiser, mantan Direktur Pengembangan Bisnis Cambridge Analytica yang membawa cetak biru ini seperti yang dilansir dari The Guardian.

BACA JUGA: Twitter Blokir Iklan Bitcoin Cs

Selain itu, dalam cetak biru tersebut juga terungkap bahwa perusahaan analis data itu melakukan berbagai metode diantaranya penelitian, survei intensif, pemodelan data, dan mengoptimalkan penggunaan algoritma guna menargetkan sebanyak 10.000 iklan yang berbeda pada audiens.

Kemudian praktik ini dilakukan pada audiens yang berbeda sesuai data mereka dan itupun dilakukan dalam waktu tidak singkat menjelang pemilihan 2016 silam. Dokumentasi yang dipresentasikan beberapa minggu usai Trump dinyatakan terpilih, tercatat kalau ikln itu telah dilihat sebanyak miliaran kali oleh calon pemilih.

“Ada permintaan dari orang-orang di lingkaran perusahaan untuk tahu bagaimana kami melakukannya. Semua orang ingin tahu, baik itu klien lama maupun klien potensial. Tentu kami bisa saja menunjukkannya pada orang yang telah menandatangani persetujuan,” ungkap Kaiser.

Lebih lanjut Kasier menuturkan kalau dirinya sendiri tak terlibat secara langsung dalam kampanye kemenangan Trump. Akan tetapi, beberapa kali dirinya mengatur pertemuan di antara petinggi untuk membahas hal ini.

Di antara para politikus reputasi Cambridge Analytica memang cukup baik. Sebab mereka dianggap mampu mendorong popularitas positif ketika masa kampanye berlangsung.Dalam kerjanya mereka hanya bertugas memantau efektivitas pesan dan iklan pada berbagai jenis pemilih. Lalu klien akan diberikan saran dari kampanye yang sedang berjalan baik itu di Facebook atau platform lain. Cambridge Analytica diduga memperoleh data pengguna Facebook dari peneliti pihak ketiga bernama Aleksandr Kogan.

BACA JUGA: Tips Bermain PUBG Mobile Biar Mendapatkan Chicken Dinner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here