Rahasia Gelap Facebook Terungkap Setelah Adanya Memo Internal yang Bocor!

0
2455
mark
[email protected]

Memo Internal Bocor, Rahasia Gelap Facebook Terungkap!

Oketekno.com – Satu per satu masalah datang menghampiri Facebook. Skandal terkait penyalahgunaan 50 juta data penggunanya belum usai, tapi kini media sosial besutan Mark Zuckerberg itu kembali diterpa masalah baru.

Usut punya usut,  masalah ini muncul sejak tahun 2016 silam. Seperti yang dilansir dari The Guardian pada hari Jumat 30 Maret, mereka dikabarkan pernah membuat memo internal perusahaan  yang diberikan kepada karyawan tapi secara tertutup.

Memo itu ditulis oleh salah seorang wakil direktur  yakni Andrew Bosworth pada 2016. Yang menjadi pemicu kontroversi tak lain karena isinya. Seperti yang diketahui, pertama kalinya memo ini dimuat via BuzzFeed News. Dalam memo tersebut, Bosworth menyebut bahwa FB hanya memiliki satu misi untuk menguntungkan perusahaannya yaitu dengan menghubungkan semua penggunanya menjadi komunitas besar.

BACA JUGA: Cara Cek Panggilan Telepon dan SMS yang Direkam Oleh Facebook

Artinya, semakin banyak jumlah pengguna maka akan semakin besar keuntungan  yang diraupnya. Tapi saat itu Boz malah menekankan cara ini bisa dilakukan bisa dengan apa saja, secara de facto yang penting caranya baik. Bisa disimpulkan bahwa Facebook melakukan apa saja demi mendapat keuntungan yang besar.

Copyright ©The Verge

“Mungkin kita butuh mengorbankan hidup untuk mengekspos seseorang yang di-bully, atau juga mungkin kita juga bisa mengekspos seseorang yang mati terkena serangan teroris. Mau bagaimana pun, itulah yang kita lakukan. Sejelek apa pun isunya, kita harus menghubungkan orang. Titik. Itulah kerjaan kita untuk menumbuhkan pengguna,” tulis Boz.

BACA JUGA: Begini Sikap Tim Cook Seandainya Jadi Bos Facebook!

Tak ayal memo tersebut langsung menimbulkan kontroversi dan pertanyaan mengenai sikap FB dalam menangani informasi data pribadi pengguna. Bahkan Boz menjamin kalau memo itu memang ada, akan tetapi dirinya tak membenarkan terkait isi dari memo itu. Menurut Boz, memo itu malah akan menimbulkan perdebatan dan makin memperkeruh suasana. Bahkan dirinya tak mengakui kalau isi pesan itu bukan ia yang menulisnya.

“Saya tidak setuju dengan isi pesan tersebut, bukan saya yang tulis. Tujuan pesan tersebut adalah untuk membawa isu yang lebih berat dan memperkeruh keadaan,” Kata Boz.

Meninggalkan persoalan tentang memo itu, Mark Zuckerberg pada pekan lalu meminta maaf kepada publik mengenai skandal kebocoran puluhan juta data pengguna. Pria yang akrab di sapa Zuck ini mengakui ada pelanggaran kepercayaan antara Cambridge Analytica, Facebook, dan Aleksandr Kogan. Zuck berjanji untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi di media sosial besutannya itu.

BACA JUGA: Ternyata Begini Cara Cambridge Analytica Manfaatkan Data Pengguna Facebook Untuk Menangkan Trump!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here