Terkait Skandal Bocor Data, Facebook Indonesia Masih Membisu?

0
670
Facebook -
Copyright ©techadvisor

Facebook Indonesia Masih Membisu, Kenapa?

Oketekno.com – Hingga kini Facebook Indonesia masih diam seribu bahasa terkait skandal penyalahgunaan data pengguna yang kini menjadi sorotan tajam dunia. Pihaknya hanya menjelaskan bahwa kini belum ada informasi lain yang bisa mereka sampaikan.

“Karena, tidak ada informasi baru atau informasi lain, yang bisa kami berikan saat ini,” ujar Communication Lead Facebook Indonesia, Putri Dewanti pada hari Senin 2 April 2018.

Seperti yang diketahui, sebelumnya Kominfo mengirimkan surat kepada pihak FB guna mempertayakan sekaligus mengecek apakah ada data pengguna warga Indonesia yang masuk dalam 50 juta data pelanggan yang bocor.

BACA JUGA: Cara Hack Facebook Teman Secara Diam-diam!

Sementara itu, Semuel Abrijani Pangerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo,  juga belum mengetahui apakah media sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut telah membalas surat dari kementrian.

Copyright ©NY Mag

Sekedar mengingatkan, FB trersandung skandal penyalahgunaan data dengan perusahaan data analisis asal Inggris, Cambridge Analytica. Ada sekitar 50 juta data pengguna tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan Pemilu Amerika Serikat.

BACA JUGA: Rahasia Gelap Facebook Terungkap Setelah Adanya Memo Internal yang Bocor!

Tak lama setelah kasus ini mencuat, pemerintah dari beberapa negara lantas meminta klarifikasi tak terkecuali Amerika Serikat dan Inggris, tempat asal media sosial itu dan Cambridge Analytica. Bukan hanya itu saja, mereka pun harus memenuhi berbagai panggilan dari di beberapa negara .Sebagai bentuk kekecewaannya terhadap aplikasi besutan pria yang akrab di sapa Zuck itu, warganet di Twitter sempat menyuarakan #DeleteFacebook.

Bahkan setelah skandal ini mencuat, Zuck sendiri sempat menghilang.  Tapi tak berapa lama kemudian Zuck bersedia angkat bicara mengenai kebocoran puluhan juta data pengguna.

Melalui akun FB miliknya, Zuck menulis pernyataan resmi sekaligus permintaan maaf terkait kasus ini. Bahkan ia berani mengakui bahwa hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran. “Kami sangat bertanggung jawab untuk melindungi data Anda. Kalau kami tidak bisa, tentu kami tidak akan melayani pengguna,” Kata Priscilla Chan kala itu.

Dalam pernyataannya itu, Zuck berjanji kalau kejadiannya ini tidak akan terulang lagi. Selain itu, Zuck pun meminta maaf lantaran dirinya sempat menghilang sejak skandal tercium publik. Terkait skandal ini, kabarnya nilai kekayaan Zuck langsung anjlok US$ 5 miliar atau sekitar Rp 68,7 triliun, itupun baru hari pertama setelah skandal mencuat. Kemudian nilai kekayaannya dikabarkan kembali turun sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 55 triliun.

BACA JUGA: Cara Cek Panggilan Telepon dan SMS yang Direkam Oleh Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here