Pedagang Pulsa Merintih, Kominfo Dianggap Ingkar Janji!

0
404
Copyright ©Liputan6

Upaya Pedagang Pulsa Demi Dapatkan Wewenang!

Oketekno.com – Seperti yang diketahui, pedagang pulsa dan seluler di seluruh Indonesia yang ikut tergabung dalam Kesatuan Niaga Celluler Indonesia atau KNCI, pada hari Senin 2 April 2018 kemarin berkumpul di depan Istana Negara.

Aksi yang mereka lakukan tak lain untuk menuntut pembatalan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang membatasi 1 NIK untuk 3 kartu SIM. Tak hanya itu, KNCI rupanya juga meminta untuk diberikan wewenang guna menjalankan program registrasi prabayar, sejajar dengan gerai operator dan mitra diler.

Qutni Tisyari yang merupakan Ketua Umum Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI), menuturkan bahwa aksi turun jalan ini juga diadakan secara bersamaan dan nasional di 25 kota lain di Indonesia. Seperti diketahui, dalam aksi itu mereka menuntut pembatalan terkait aturan tersebut sekaligus memprotes Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dianggap sudah mengingkari janji.

BACA JUGA: Sistem Keamanan Data Registrasi Kartu SIM Prabayar Terus Dipertanyakan?

Qutni Tisyari menjelaskan, bahwa aksi yang dilakukan ini merupakan  cara akhir setelah sejumlah kalur diplomasi dilakukan oleh Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI), namun tak kunjung membuahkan hasil. Bahkan menurutnya, aspirasi pedagang seluler pun diabaikan. “Enam bulan lebih jalur diplomasi sudah kami tempuh, puluhan rapat dan perundingan sudah kami lakukan,” Ungkap Qutni pada hari Senin, 2 April 2018.

Copyright ©Viva

Lebih lanjut ia mengungkapkan, segala cara sudah dilakukan. Dalam rapat bersama Dirjen PPI Kominfo, operator seluler pada 7 November 2017, mengatakan bahwa pedagang pulsa dan konter akan diberikan wewenang yang sama seperti gerai atau mitra operator untuk meregistrasi kartu perdana prabayar. Dengan begitu, rapat tersebut juga memberikan kebebasan ruang tidak ada pembatasan satu NIK untuk 3 nomor bagi pedagang seluler.

BACA JUGA: Simak Yuk, Begini Cara Nonaktifkan Bixby di Samsung Galaxy S9!

Terkait hal ini Qutni mengatakan bahwa hasil rapat tersebut hingga kini tak kunjung mendapat persetujuan. Lalu mereka menyampaikan aspirasi ke DPRD per daerah. Bahkan demi mendapat wewenang, mereka juga sudah dilakukan di tingkat DPR.

Hingga yang terakhir, mereka menemui Menkominfo Rudiantara. “Kami juga sudah menyampaikan surat ke pak Menteri Kominfo pada 19 Maret, jawabannya ngambang. Keputusan Dirjen PPI 7 November 2017 hanya janji yang tak kunjung ditepati. Semuanya diabaikan,” Jelas Qutni.

BACA JUGA: Honor 7C Siap Rilis Bulan Ini, Simak Spesifikasinya Yuk?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here