Facebook Bakal Ungkap Korban Cambridge Analytica 3 Hari Lagi

0
459
Facebook kasus
Copyright ©Read In Brief

Jumlah Bocornya Data Jauh Lebih Besar Dari Perkiraan Awal

Oketekno.com – Belum lama ini para pengguna Sosial Media telah dihebohkan dengan adanya informasi skandal Cambridge Analytica. Kabar tersebut telah mengungkap bahwa ada sebanyak 50 juta akun Facebook telah bocor kepada pihak yang tidak bertanggung jawab yang mana nantinya bisa disalahgunakan untuk keuntungan pribadi. Lalu, dalam kasus ini sendiri wilayah Indonesia jadi nomor 3 yang terkena dampak terbesar atas insiden tersebut dengan jumlah 1 juta akun.

Atas skandal Cambridge Analytica ini, Facebook telah memberikan informasi resmi bahwa pihaknya akan memberitahu akun siapa saja yang jatuh ke tangan orang tidak bertanggung jawab tersebut. Perusahaan yang bermarkas pusat di Amerika Serikat ini nantinya akan mengungkap hal itu melalui Newsfeed pada bagian paling atas pada hari Senin tanggal 9 April 2018 mendatang.

Simak Nih: Aplikasi yang Banyak Sedot Kuota Internet Anda, Pantau Terus!

“Pada 9 April, kami akan beri tahu aplikasi apa saja yang mengambil data dari Facebook, mereka bisa menghapus aplikasi yang tidak diinginkan. Sebagai bagian dari proses ini, kami juga akan memberi tahu pengguna jika informasi mereka telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.” Seperti itulah keterangan resmi dari pihak Facebook yang telah tertulis pada laman Newsroom Facebook.

Statik Kebocoran Data Facebook
Copyright ©Facebook

Meski sudah ada laporan data yang telah muncul mengenai skandal Cambridge Analytica ini, namun untuk grafiknya masih belum bisa dipastikan karena hal itu hanya perkiraan terbaik saja. Akan tetapi, ternyata pihak perusahaan telah menyatakan kalau data ini hanyalah sebagian kecil saja, pasalnya jika dilihat secara global telah ada 2 miliar akun diakses secara tidak patut.

Ketahui Yuk: Tanggapan Kemkominfo Mengenai Kebocoran Data Facebook

Disisi lain, Facebook juga memberikan penjelasan kalau Skandal Cambridge Analytica ini ternyata memakan korban sebanyak 87 juta pengguna yang mana jumlah tersebut jauh melebihi dugaan awal yang hanya berjumlah 50 juta data saja.

“Kami tidak bisa mengetahui dan menemukan semua data yang disalahgunakan. Tapi kami bisa membuat tindakan penyalahgunaan data ini lebih sulit dilakukan” begitulah ucap dari Mark Zuckerberg sebagaimana yang telah dikutip dari laman Bloomberg.

Karena telah mendapatkan gelar raksasa sosial media, kasus ini telah menjadi sorotan global untuk Facebook. Banyak kalangan yang telah menganggap kalau pihak perusahaan tidak bisa melindungi penggunanya dan telah melanggar hak privasi.

baca juga: Cara Menjaga Rahasia Kita dari Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here