Google Dituntut Rp 60 Triliun Oleh 4 Juta Pengguna iPhone Karena Permasalahan Ini

0
818
Google Dituntut
Copyright ©TechSpot

Kedua Pihak Saling Membela dan Berlangsung Sengit

Oketekno.com – Belum lama ini ada perkumpulan yang melakukan tuntutan terhadap perusahaan Google atas pengumpulan data ilegal yang sudah jelas-jelas melanggar hukum. Organisasi yang melakukan tuntutan ini menyebut diri mereka sebagai “Google You Owe Us”.

Untuk organisasi yang melakukan tuntuan ini terdiri dari 4.4 juta pengguna Smartphone iPhone. Mereka telah melakukan tuntutan terhadap pihak Google atas kasus tersebut dengan nilai sebesar 3.2 miliar Poindsterling atau setara dengan Rp 60.7 Triliun.

Simak Nih: Samsung Galaxy J6 Akan Dijejali Fitur Face Recognition dan Dolby Atmos!

Mereka mengetakan kalau perusahaan Google ini dengan sengaja mengumpulkan data pribadi para pengguna Smartphone iPhone melalui pengaturan privasi secara default pada perangkat iPhone miliknya. Untuk data yang diduga sudah dikumpulkan oleh Google selama ini diantaranya yakni seperti Etnis atau Ras, permasalahan fisik maupun kesehatan mental, afiliasi politik, jenis kelamin hingga kelas sosial.

Google Owe
Copyright ©PackNet

Berbagai macam data tersebut diduga telah didapatkan oleh pihak Google melalui aplikasi browser Safari yang terpasang secara default pada perangkat Smartphone iPhone dengan menggunakan metode “Safari Workaround”. Seperti yang telah disampaikan oleh Tech Spot, data pengguna ini telah diambil dengan menggunakan algoritma yang memungkinkan para pengembang harus melewati pengaturan keamanan terlebih dahulu yang sudah terpasang secara default.

Sebenarnya, fungsi dari fitur tersebut adalah untuk melakukan pemblokiran terhadap pihak ketiga yang berusaha untuk melakukan pelacakan dengan menggunakan cookies. Dengan begitu, perusahaan Google meminta kepada pihak pengadilan untuk mengabaikan permasalahan tersebut karena itu merupakan salah satu bentuk keamanan setiap pengguna iPhone juga.

Ketahui Yuk: Fitur Baru Group Video Calling WhatsApp Resmi Diumumkan

Kemudian raksasa pencarian itu juga mengatakan kalau tidak ada bukti yang kuat kalau “Safari Workround” ini telah melakukan pencurian data personal. Selain itu, pihaknya juga mengatakan kalau tidak ada bukti kuat maka masalah tidak bisa diidentifikasi dengan benar dan akurat.

Hugh Tomlinson selaku menjadi pengacara dari Google You Owe Us telah mengatakan kalau aktivitas ilegal Google ini pertama kali dituduhkan pada tahun 2012 silam oleh seorang peneliti dan kala itu salah satu perusahaan terbesar Amerika Serikat ini membayar 39.5 juta USD atau setara dengan Rp 561 miliar untuk menyelesaikan masalahnya.

Bahkan, Lloyd yang menjadi Pemimpin Google You Owe Us merasa yakin kalau Google memang telah melanggar hukum dan meminta terhadap hakim untuk memastikan kalau pihak Google bertanggung jawab terhadap tindakan ilegal yang telah dilakukan.

Disisi lain, pengacara Google yang bernama Anthony White juga telah menyebutkan kalau kelompok Google You Owe Us ini hanya mengejar kampanye guna meraih akuntabilitas serta ganti rugi. Untuk sidang sengit pendapat kasus pengumpulan data gelap ini diperkirakan akan berlangsung selama 2 hari.

baca juga: Akankah Google Pixel 3 Hadir dengan Layar Berponi Juga?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here