Dalam 2 Bulan, Twitter Blokir 70 juta Akun. Kenapa?

0
753
Copyright ©detik

Twitter Blokir Akun Nonaktif dan Penyebar Spam

Oketekno.com – Social media Twitter dikabarkan telah memblokir sekitar 70 juta akun pengguna hanya dalam waktu 2 bulan saja. Namun pemblokiran ini hanya berlaku pada akun palsu, akun yang bisa posting status otomatis dan juga yang biasa menyebarkan spam.

Jika dibandingkan dengan Oktober 2017 silam, pemblokiran yang dilakukan kali ini dinilai dua kali lebih massif dengan alasan yang serupa. Dan layanan microblogging tersebut juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi pada akhir Juni 2018 lalu.

Baca juga: Horee! Centang Biru Twitter Bakal Diberikan ke Semua Penggunanya

Namun didalam pernyataan tersebut hanya menyebutkan jika akun yang diblokir oleh Twitter pada Mei 2018 kemarin hanya dikisaran angka 9,9 juta pengguna setiap pekan. Lalu dikutip dari Kompastekno, perusahaan memang mengakui jika sejak Oktober 2017 lalu, rata-rata jumlah akun yang diblokir memang terus bertambah perhari.

Copyright ©detik

Dan pada bulan Mei dan juga Juni 2018 kemarin, total jumlah akun yang telah sukses mereka blokir mencapai 70 juta pengguna. Dan dengan adanya pemblokiran secara massif yang dilakukan oleh pihak Twitter tersebut, dikhawatirkan bakal menyebabkan jumlah pengguna bakal menurun pada kuartal kedua di 2018 ini.

Baca juga: Waduh, Twitter Blokir Iklan Bitcoin Cs. Ada Apa ya?

Namun menurut seorang eksekutif dari sosial media tersebut, hal ini tidak menjadi masalah besar bagi mereka karena yang diblokir memanglah akun yang jarang sekali berkicau, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh banyak pada jumlah pengguna aktif mereka.

Del Harvey selaku Vide President for Trust and Safety Twitter mengatakan, jika ada perubahan kebijakan yang mereka lakukan sebagai upaya dari perusahaan mendukung kebebasan berbicara, sekaligus untuk memastikan keamanan dari platform yang mereka miliki.

“Salah satu perubahan yang terjadi adalah cara berpikir kita untuk menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan kebebasan berekspresi yang berpotensi membuat orang lain ketakutan. Kebebasan berekspresi tidak bermakna banyak jika itu membuat orang merasa tidak aman” kata Harvey.

Baca juga: Seluruh Pengguna Twitter Diminta Ganti Password, Kenapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.