Telegram Bakal Diblokir Kominfo Untuk Kedua Kalinya

0
580
Copyright ©Grid

Penyakit Lama Telegram Kambuh Lagi

Oketekno.com – Belum lam ini Menteri Komunikasi dan Informatika bernama Rudiantara telah memberikan keterangan kalau pihaknya akan melakukan pemblokiran terhadap layanan Telegram untuk kedua kalinya. Hal ini dikarenakan penyakit lamanya telah kembali beroperasi lagi.

Maksud dari penyakit lamanya yakni adanya penyebaran konten terorisme yang mana dahulu sudah mereda, namun kini marak tersebar kembali pada layanan aplikasi perpesanan yang diklaim paling aman tersebut.

Simak Nih: Cara Gunakan Telegram di Laptop atau Komputer Manapun Hanya dengan Flashdisk

Rudiantara mengatakan kalau pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Densus 88 serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengatasi terorisme media sosial. “Telegram malah masih dipakai terus oleh tanda kutip para terafiliasi minimal dengan terorisme. Saya juga lagi berpikir apa mau tutup lagi. Tahun lalu Pavel Durov memang sudah bersihkan konten terorisme, sekarang banyak lagi. Jadi kumat lagi” seperti itulah yang dikatakan oleh Rudiantara pada Kamis malam kemarin di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pavel Durov bersama rudiantara
Pavel Durov bersama rudiantara Copyright ©YouTube

Dalam keterangan resminya, Ia mengungkap kalau aplikasi pesan instant ini nantinya tidak akan ditutup kalau pihak Telegram mau memberikan akses ke aparat keamanan untuk memberantas terorisme.

Selain itu, Rudiantara juga mengatakan kalau pembukaan akses mengenai konten terorisme ini nantinya juga akan sangat membantu pihak pemerintahan untuk memberantas terorisme hingga ke akarnya.

Ketahui Yuk: Cara Menemukan Channel Telegram yang Banyak dan Paling Relevan

“Saya minta bantu lah Densus 88 dan BNPT terkait informasi pengguna Telegram dengan konten aktivitas terorisme. Sampai tadi sore belum ada akses” ungkap Rudiantara. Disisi lain, Menkominfo juga mengatakan kalau pihaknya akan melakukan komunikasi terlebih dahulu, Ia tidak mengungkap apakah Durov bersaudara akan dipanggil untuk datang kembali ke Indonesia atau tidak.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa CEO Pavel Durov pada tanggal 1 Agustus 2017 silam juga sudah pernah datang langsung ke Indonesia untuk menemui pihak berwenang dan membahas teknis penanganan konten negatif. Setelah beberapa lama kemudian layanan terbuka kembali karena pihak Telegram setuju memenuhi segala syarat yang diberikan.

Mengapa Telegram jadi layanan manis bagi Terorisme? Hal itu tidak lain dikarenakan layanan ini memiliki sistem enkripsi dengan keamanan canggih sehingga rahasia bakal terjamin dan sulit untuk disadap. Selain itu, layanan aplikasi perpesanan ini juga memiliki kapasitas kelompok pesan yang memungkinkan diikuti oleh 10.000 orang sehingga penyebaran konten berlangsung cepat.

baca juga: Cara Mengetahui Chat ID Telegram Untuk Tambah Pertemanan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.