Gawat! Negara Ini Minta Facebook Sadap Pengguna Messenger

0
727
Copyright ©aajtak.intoday

Facebook Juga Dilaporkan ke Pihak Pengadilan

Oketekno.com – Beberapa bulan yang lalu perusahaan Facebook sempat tersandung masalah kebocoran data, dan pemberitaan mengenai hal tersebut langsung menyebar luas di berbagai Negara lantaran ini melanggar ketentuan. Namun belum lama ini perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini telah mendapatkan permintaan dari Amerika Serikat untuk melakukan penyadapan pada aplikasi Chat Messenger.

Akan tetapi kalian jangan salah paham terlebih dahulu sebab target dari penyadapan ini ditujukan kepada para tersangka yang terlibat dalam investigasi kriminal. Dan untuk target yang dimaksud disini yaitu geng MS-13 di Fresno, Amerika Serikat. Meski begitu ternyata Facebook tidak mau alias menolak untuk bekerjasama hingga akhirnya pihak pemerintahan melaporkannya ke pengadilan atas dugaan Contempt of Court.

Simak Nih: 3 Cara FB -an Gratis di Smartphone Untuk Semua Operator

Sebagaimana informasi yang dilansir dari CNET, Kasus ini telah melibatkan panggilan suara di Messenger yang disebut Facebook telah dienkripsi end-to-end. Dengan begini yang bisa mengetahui isi pembicaraan tersebut ya hanya si penelepon dan penerima saja. Sedangkan untuk pihak ketiga termasuk pengembang sendiri tidak bisa mengetahuinya kecuali kalau enkripsi tersebut telah dimatikan.

Facebook Tolak
Copyright ©Big Think

Disisi lain, pihak perusahaan Facebook sendiri juga telah mengungkap kalau memang mereka menyetujui permintaan pemerintah AS, maka pihaknya akan menulis ulang kode di aplikasinya untuk mematikan enkripsi dari layanan yang memiliki miliaran pengguna ini di setiap bulannya.

Perlu diketahui bahwa Facebook ini bukan kali pertama perusahaan teknologi yang telah dimintai pemerintahan Amerika Serikat untuk mengakses data pribadi milik tersangka kriminal. Beberapa tahun yang lalu Apple juga sempat menjadi objek sasaran pemerintahan AS.

Pada saat itu Apple harus terlibat dalam urusan hukum dengan FBI ketika salah satu perusahaan teknologi terbesar di Dunia ini memutuskan untuk menolak memberikan akses terhadap Smartphone iPhone milik penembak massal di San Bernardino, Amerika Serikat. Memang tidak salah sih pemerintah AS meminta perusahaan teknologi mempermudah tugasnya, namun ini juga beresiko sebab melanggar ketentuannya.

baca juga: Negara Ini Larang Warganya Main WhatsApp, FB, dan Twitter, Bijak atau Egois?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.