Persaingan Sengit Antara Apple dan Microsoft

0
761
Microsoft Apple
Copyright©windowscentral

Nilai Saham Perusahaan Teknologi AS Anjlok

Oketekno.com – Kemarin lalu telah terdengar informasi yang mengungkap kalau Apple menjadi perusahaan di Amerika Serikat pertama yang berhasil mendapatkan nilai valuasi mencapai US$ 1 Triliun. Dan tentu saja, nilai jual perusahaan tersebut telah jauh melampaui nilai valuasi Microsoft yang hanya mampu meraih angka US$ 825 Miliar saja.

Dengan begitu Apple mendapatkan gelar sebagai perusahaan teknologi paling mahal, akan tetapi tidak lama berselang pada akhirnya Microsoft telah berhasil mengambil gelar tersebut dan menjadi perusahaan paling mahal di AS. Persaingan diantara keduanya, ternyata sudah berlangsung cukup lama, seperti yang terjadi di tahun 2010 misalnya.

Simak Nih: Google Assistant Nempel di Siri iPhone, Begini Cara Pakainya!

Sebagaimana informasi yang dilansir dari laman Phone Arena, pada akhir penutupan bursa AS, Apple telah kembali mendahului Microsoft dan menjadi perusahaan yang paling mahal lagi. Hal itu tidak lain dikarenakan naik turunnya pemasukan dari masing-masing perusahaan.

apple microsoft
Copyright©CIO

Perlu diketahui bahwa selama 3 bulan terakhir ini, nilai saham Microsoft telah mengalami penurunan dari yang mulanya US$ 109,60 per saham, sekarang menjadi US$ 106,47 saja per saham. Akan tetapi dalam periode yang sama, Apple juga mengalami penurunan saham dimana yang awalnya bernilai US$ 217,94, turun 19,9% sehingga bernilai US$ 174,62.

Ketahui Yuk: Apple Langsung Cepat Tanggap Ketika Temukan iPhone X Meledak

Atas kejadian ini, para investor pun merasa khawatir karena pendapatannya bisa terus mengalami penurunan. Salah satu penyebab dari penurunan harga saham yang signifikan ini adalah menurunnya jumlah pemesanan iPhone di tahun 2018.

Disisi lain, perusahaan teknologi lainnya yang ada di Amerika Serikat seperti Amazon juga mengalami penurunan drastis. Nilai saham salah satu e-commerce terbesar di Dunia ini turun 18% selama 3 bulan terakhir, dari yang awalnya US$ 1.927 menjadi US$ 1.581,33 per saham-nya.

Persaingan sengit di Industri Teknologi memang wajar terjadi, penurunan atau kenaikan drastis nilai saham bisa saja terjadi kapan saja, sebab kebutuhan Dunia akan teknologi yang serba instant juga tidak selalu membaik, para konsumen akan mempertimbangkan ulang apa yang bakal dibelinya, kecuali kalau memang ada promo besar-besaran yang sering membuat lupa diri. Dengan begitu, nilai saham Apple, Microsoft maupun Amazon bakal bisa terdongkrak naik lagi apabila masing-masing perusahaan mampu menerapkan strategy yang pas di kalangan konsumen.

baca juga: Penjualan Lesu, iPhone XR Bakal Diskon?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.